Ajaran baru tentang menabung sejak kecil

Maret 5, 2008 pukul 4:34 pm | Ditulis dalam Kebiasaan Kita, Lingkungan Rumah | 7 Komentar

dora bankSudah ada berapa teori tentang mengajarkan uang kepada anak? Mungkin setiap orang tua akan memiliki teori yang berbeda dengan yang lain. Setiap keluarga pun memiliki budaya tentang uang yang berbeda sehingga teorinya pun berbeda.

Teori terbaru yang saya tulis disini adalah kreasi dari Nathan Dungan, pendiri Share Save Spend, sebuah organisasi yang membantu anak muda dan dewasa untuk memiliki kebiasaan manajemen uang yang baik.

Tujuan dari program Share Save Spend adalah untuk memberikan alat yang mudah digunakan agar semua orang bisa belajar menyeimbangkan antara pengeluaran dan menabung.

Teori ini ditulis dalam buku  Prodigal Sons and Material Girls: How Not to Be Your Child’s ATM yang saya juga belum baca. (nanti kalau sudah baca akan saya tulis resensinya)

Tetapi inti dari teori yang diberikan oleh Nathan Dungan adalah:

Berikan uang jajan kepada anak anda sejak umur 5 tahun.

Ajarkan anak anda untuk:

  • Menabung 25% dari uang jajan tersebut
  • Membagi 25% daru uang jajan tersebut
  • Hanya boleh membelanjakan 50% dari uang jajan tersebut

Maksudnya membagi adalah untuk mengajarkan anak membelanjakan uang tersebut untuk keluarga atau sebagai aksi sosial.

Satu trik lagi pada waktu belanja adalah bila anak anda menginginkan sesuatu, buatlah peraturan untuk memikirkan keinginan tersebut selama 24 jam. Waktu tersebut akan mengajarkan anak untuk tidak membeli karena emosi saja, tetapi direncanakan dan agar anak tersebut mengerti kepuasan setelah menunggu.

Menurut saya teori baru ini sangat baik untuk dicoba. Mungkin sudah banyak yang mengajarkan anak untuk menabung, tetapi bila anak ingin mengambil semua tabungan untuk membeli barang, karena tidak ada peraturan untuk benar-benar menabung maka hal itu belum lengkap. Dengan cara ini, maka anak akan tetap ada tabungan dan suatu perencanaan/anggaran belanja yang lebih baik.

Setiap keluarga memang berbeda, tetapi mudah-mudahan teori ini bisa memberikan ide-ide baru dalam mengajarkan uang kepada anak kita.

Konsumsi yang terkontrol akan menghasilkan lingkungan yang lebih baik.

Semoga bermanfaat.

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya kira ajaran menabung adalah ajaran yg kurang tepat.. dilihat dari fakta uang yg ditabung di bank untuk jangka waktu tertentu akan pasti susut thd nilai barang yg ada, besar ataupun kecil.

    Ini adalah bentuk pemiskinan sistematis dari sistem bank saat ini kpd masyarakat dunia.

    Kecuali anda menyimpannya dalam bentuk emas, tanah atau lebih baik Anda putar dalam bentuk usaha bisnis dan investasi ini jauh lebih bermanfaat baik utk Anda sendiri atau orang lain krn membuka lowongan pekerjaan baru.

    Dalam ajaran Islam sendiri kita dilarang menimbun harta dan lebih baik uang ini diputar atau dikelola, ini akan mempu membangkitkan roda perekonomian suatu negara. Semakin banyak orang menabung semakin menghabat perputaran ekonomi krn jumlah uang yg beredar sedikit.

    Lebih baik ajarkan pada anak2 kita hidup hemat (bukan berarti dg menabung) dan jika sudah mampu berfikir lebih, lebih baik ajarkan kemanfaatan nilai barang dan pengetahuan investasi. Semoga mental bisnis yg dibimbing sejak dini mampu membantu kehidupan ekonomi mereka kelak jika sudah dewasa.

    ..saya kira inilah salah satu sebab mengapa bangsa kita sulit utk berkembang, karena mental masyarakatnya bukan mental pebisnis tapi mental pengabdi (pns atau pegawai swasta)

  2. u/ Ardhi,

    ajaran menabung disini adalah untuk anak-anak agar bisa belajar berhemat dan tidak berjiwa konsumtif. Dengan ajaran inipun maka anak juga diajar untuk merencanakan pengeluaran, membuat anggaran sendiri dari kecil dan mengerti akan pengeluaran yang mereka buat. Hal ini malah menurut saya mengajarkan mental sebagai pebisnis karena dalam bisnis juga diperlukan penghematan, anggaran pengeluaran dan tidak asal beli. Untuk mengajarkan anak pengetahuan investasi akan lebih sulit dicerna. Membeli emas apalagi tanah juga mahal dan lebih lagi memutar dalam bisnis. Untuk berbisnis pun kita butuh dana modal yang notabene adalah uang yang kita tabung (walaupun bentuknya bisa banyak). Untuk anak kecil yang hanya mungkin punya 500 rupiah atau 1000 rupiah, akan sangat baik untuk diajarkan pada anak. Artikel ini ditujukan untuk anak yang masih berumur 5 tahun-10 tahun sehingga cara ini sangat cocok. Pada akhirnya, jadi pegawai PNS atau Swasta pun tidak ada salahnya karena kalau semua jadi pebisnis, siapa yang mau kerja?

  3. lha kalau semua jadi pebisnis, yang jadi pegawai negara siapa dong?

  4. Artikel yang bagus.
    Bagaimana jika anak-anak diajarkan untuk menabung di celengan bukan di bank? Saya rasa hal tersebut akan lebih efektif daripada jika anak menabung di Bank.
    Dengan hadirnya banyak pusat perbelanjaan, anak-anak cenderung konsumtif. Mereka berpakaian dan memilih baju seperti layaknya orang dewasa. Harga yang dipilih pun bukan harga yang murah. Karena anak-anak sekarang sudah mengenal kata “keren” dan “gengsi”.
    Akan lebih baik juga bagi anak-anak sekarang untuk diajarkan bersikap hidup yang sederhana.
    Terima kasih.

  5. setuju bgt mengajarkan untuk menabung dan memanage uang sejak dini bagus bgt. kalo untuk investasi itu nti kali ya?kalo udah besar.kalo sudah pinter memanage uangnya sendiri nanti kalo sudah besar pasti juga kepikiran untuk investasi mungkin/

  6. saya pikir kita tidak brpikir ‘kerdil’ untuk mementahkan jika menabung itu jelek….
    sangat bagus ide mengajarkan seorang anak untuk menabung, saya pikir larangan untuk anak tidak berhubungan dengan bank adalah hal yang salah dimana pada saat bersamaan anda yg melarang berhub dengan bank menggunakan fasilitas bank untuk keperluan bisnis anda… dan bukan tidak mungkin transaksi bisnis anda menggunakan rekening tabungan anda di bank….hmmmm jadi tetap perkenalkan anak menabung sejak dini, terlepas apakah itu di bank atau celengan intinya ajarkan sejak dini agar mereka melek finansial sejak dini…bukankah dengan sendirinya mereka akan tahu mana yang lebih baik mereka putuskan…saat mereka dewasa kelak…

  7. Berbicara menabung itu bagus tetapi masalahnya kalau ada yang bisa ditabung, berupa uang kek, atau apa saja, kebanyakan masyarakat kita kan bokek,bayar sekolah anak aja kadang ibunya ngutang dengan tetangga..(pusing-pusing), eeeet tapi tempo dulu, sekarang kan gratisan krn pemerintah tau masyarakat banyak yg bokek, tp ada juga anak yang sekolah di swasta masih bayar, nah ini mungkin yang membuat orang belum sanggup menabung, untuk anak yang orang tuanya berkecukupan sah-sah saja, apalaaa..gi anak orang kaya,sebaiknya untuk anak usia dini belum patut diberi uanglah, kalau anak mungkin umur 12 th lah agar anak tidak terbebani, ajarkan dulu satu persatu yaitu bersedekah/atau memberi kapada yag kurang mampu,sumbang menyumbang ke mesjid kek(tpt.ibadah), kesekolah kek panti asuhan kek dll, karena kalau duluan menabung nanti anak jadi pelet/alias tak suka membantu sesama, lalu belajar berhemat untuk meringankan pengeluaran ortunya. jadi waktu dan sikon amat menentukan he..he kayak pengamat aje.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: